Seumur-umur saya baru tahu ada teknik membaca dengan cepat bernama skimming. Saya baru tahu saat mengikuti kursus Bahasa Inggris di Indonesia Australia Language Foundation (IALF) Bali tahun 2000. Teknik itu membantu saya memahami teks tanpa harus membaca seluruh naskah. Padahal waktu itu bacaan banyak dari buku atau media cetak. Belum ada tambahan berupa file seperti dewasa ini.

Saat ini, kita hidup berdampingan dengan teks yang tidak ada habisnya. Setiap hari kita berhadapan dengan artikel panjang, buku tebal, materi kuliah, jurnal akademik, hingga bacaan digital yang terus bermunculan. Masalahnya bukan kurangnya bahan bacaan, tetapi keterbatasan waktu dan energi. Dalam situasi inilah teknik membaca skimming menjadi keterampilan yang sangat relevan.

Skimming adalah teknik membaca cepat untuk menangkap gagasan utama atau inti sari sebuah teks secara keseluruhan tanpa membaca setiap kata secara mendetail. Tujuannya bukan untuk memahami semuanya, melainkan untuk mengetahui apa isi besar tulisan tersebut. Dengan skimming, pembaca bisa menentukan apakah sebuah buku atau teks layak dibaca lebih lanjut secara mendalam atau cukup dipahami garis besarnya saja.

Banyak orang salah paham terhadap skimming. Teknik ini sering dianggap sebagai bentuk membaca setengah-setengah atau malas membaca. Padahal, skimming justru menuntut konsentrasi dan strategi. Pembaca harus tahu bagian mana yang penting dan mana yang bisa dilewati. Skimming adalah cara cerdas untuk mengelola banjir informasi.

- Poster Iklan -

Langkah awal skimming selalu dimulai dari judul. Judul adalah pintu masuk utama sebuah bacaan. Ia memberi gambaran besar tentang topik, sudut pandang, dan arah pembahasan. Jika membaca buku, maka perhatikan juga subjudul bab. Dari sana, kita bisa memahami alur logika penulis tanpa harus langsung masuk ke detail isi.

Setelah judul, bagian yang penting adalah paragraf pertama. Paragraf pembuka biasanya berisi pengantar, latar belakang, atau pernyataan masalah. Di sinilah penulis menjelaskan mengapa topik tersebut penting. Dengan membaca bagian ini, pembaca bisa menangkap konteks dan tujuan penulisan secara cepat.

Paragraf terakhir juga memegang peran penting dalam teknik skimming ini. Bagian ini biasanya sering berisi rangkuman, penegasan ulang ide utama, atau kesimpulan. Dalam buku nonfiksi, kesimpulan membantu pembaca memahami pesan utama yang ingin disampaikan penulis. Membaca paragraf awal dan akhir sering kali sudah cukup untuk mengetahui kerangka besar sebuah teks.

Teknik skimming selanjutnya adalah menemukan kalimat utama dalam setiap paragraf. Pada umumnya, kalimat utama terletak di awal paragraf, meskipun kadang berada di tengah atau akhir. Kalimat utama memuat ide pokok. Sedangkan kalimat lain berfungsi sebagai penjelas. Saat skimming, fokuslah pada kalimat ini untuk menangkap inti pembahasan.

Perhatikan juga kata-kata yang dicetak tebal, miring, atau diberi tanda khusus. Dalam buku dan teks akademik, penulis biasanya menandai istilah penting, konsep kunci, atau poin utama. Bahkan dengan format visual tertentu. Biar kelihatan kontras. Subjudul, daftar poin, dan ringkasan bab juga sangat membantu proses skimming.

Saat membaca buku dengan teknik skimming, daftar isi adalah alat yang sangat berguna. Daftar isi memberikan gambaran struktur buku secara keseluruhan. Dengan melihat judul bab dan subbab, pembaca dapat memahami alur pemikiran penulis dan memilih bagian yang paling relevan dengan kebutuhannya.

Indeks dan glosarium juga bisa dimanfaatkan. Jika pembaca mencari topik atau istilah tertentu, bagian ini membantu menemukan halaman yang relevan tanpa harus membaca seluruh buku. Ini sangat efektif untuk buku referensi dan buku akademik.

Kiat penting lainnya dalam skimming adalah berani melewati detail yang kurang penting. Contoh, penjelasan yang terlalu teknis, data statistik yang sangat rinci. Atau cerita tambahan yang tidak berkaitan langsung dengan tujuan membaca. Skimming mengajarkan kita untuk tidak terjebak pada detail ketika yang dibutuhkan adalah gambaran besar.

Sebagai contoh, saat membaca buku tentang kepemimpinan, kita tidak perlu membaca semua kisah personal tokoh secara mendetail jika tujuan kita hanya ingin memahami konsep kepemimpinan yang ditawarkan. Cukup fokus pada definisi, prinsip utama, dan kesimpulan tiap bab.

Skimming akan bekerja maksimal jika pembaca memiliki tujuan yang jelas. Sebelum membuka buku, tanyakan pada diri sendiri, “Apa yang ingin saya cari? Apakah ide utama, teori tertentu, atau gambaran umum topik?” Tujuan yang jelas akan membuat proses skimming lebih terarah dan efektif.

Teknik ini juga membutuhkan latihan. Di awal, skimming mungkin terasa tidak nyaman karena kita terbiasa membaca dari awal sampai akhir. Namun seiring waktu, kemampuan menangkap inti bacaan akan semakin terasah. Mata dan otak akan terbiasa bekerja cepat dan selektif.

Penting untuk dipahami bahwa skimming bukan pengganti membaca mendalam. Teknik ini adalah tahap awal. Jika sebuah buku atau teks terbukti penting dan relevan, maka membaca secara perlahan dan menyeluruh tetap diperlukan. Skimming membantu kita memilih bacaan yang layak diberi waktu lebih.

Di era digital, kemampuan membaca selektif adalah kunci bertahan. Informasi terlalu banyak untuk ditelan semuanya. Skimming membantu generasi muda tetap kritis, efisien, dan tidak kelelahan menghadapi teks yang menumpuk.

Teknik membaca skimming adalah keterampilan penting bagi generasi muda yang hidup di tengah banjir informasi. Dengan memanfaatkan judul, paragraf awal dan akhir, kalimat utama, subjudul, serta struktur buku, skimming membantu pembaca menangkap gagasan besar dengan cepat. Skimming bukan cara malas membaca, melainkan strategi cerdas untuk memilih bacaan dan menentukan mana yang perlu dibaca lebih dalam. Dengan latihan dan tujuan yang jelas, skimming dapat menjadi senjata efektif untuk membaca lebih banyak tanpa kehilangan makna.

- Cetak Buku dan PDF-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here