ikapi

Di tengah perubahan besar industri penerbitan, IKAPI Jawa Timur membutuhkan sosok yang bukan hanya memahami buku, tetapi juga mengerti masa depan dunia perbukuan. Oleh karenanya, pemilihan ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jawa Timur cukup menyita perhatian. Dalam pemilihan ketua IKAPI tahun 2026 ini, beberapa nama muncul sebagai calon ketua. Salah satu calon yang cukup menonjol adalah Wawan Sulthon Fauzi—praktisi penerbitan, penggerak literasi, dan direktu operasional PT Cita Intrans Selaras, sebuah penerbit dari Kota Malang.

Lahir di Lamongan pada 12 Maret 1987, Wawan Sulthon menempuh pendidikan sarjana hingga jenjang magister di Kota Malang. Ia membangun fondasi akademik yang kuat sekaligus pengalaman lapangan yang nyata. Ia dikenal sebagai figur pekerja keras yang memahami bagaimana ekosistem penerbitan bekerja: dari proses produksi, distribusi, pengembangan usaha, hingga manajemen organisasi. Saat ini ia aktif memegang posisi strategis di perusahaan penerbitan dan percetakan, di antaranya sebagai Direktur Operasional PT Cita Intrans Selaras.

Menurut para penyokongnya, kekuatan utama Wawan bukan hanya pada jabatan, melainkan visi perubahan. Ia hadir membawa gagasan bahwa IKAPI Jatim harus menjadi rumah kolaborasi bagi seluruh anggota untuk naik kelas di era digital. Bagi Wawan, organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi wadah bertumbuh bersama.

Melalui program Literacy Booster, ia ingin membuka kolaborasi luas dengan pemerintah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan demi memperkuat budaya baca di daerah. Lewat Upskilling, ia mendorong lahirnya penerbit, editor, desainer grafis, dan kreator baru yang adaptif serta visioner. Dengan semangat Transformation, ia ingin mengantar penerbit konvensional masuk ke ekosistem berbasis teknologi.

- Poster Iklan -

Tak berhenti di sana, Wawan juga membawa gagasan Collective Marketing: menjadikan IKAPI Jatim sebagai pusat sinergi pemasaran anggota, menghadirkan peluang proyek buku untuk lembaga pemerintah, pendidikan, maupun swasta. Dan yang paling penting, semua itu dibangun di atas fondasi Integrity—tata kelola organisasi yang lincah, transparan, dan berorientasi hasil nyata.

Bagi para penyokongnya, Wawan Sulthon Fauzi bukan hanya calon ketua. Ia adalah representasi generasi baru dunia penerbitan: paham tradisi, siap berinovasi, dan mampu menyatukan kekuatan anggota.

- Cetak Buku dan PDF-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here